Kamis, 07 November 2013

Impedansi Saluran Transmisi



Saluran transmisi dicirikan oleh adanya resistansi dan induktansi seri per satuan panjang dan oleh kapasitansi paralel per-satuan panjang. Nilai-nilai ini menentukan kapasitas penyaluran daya dari masing-masing saluran transmisi dan drop tegangan pada saluran transmisi dalam kondisi berbeban.

Resistansi
Resistansi arus searah konduktor dinyatakan dengan persamaan berikut
http://kurniawanpramana.files.wordpress.com/2012/01/untitled7.png
Dimana
l = panjang konduktor
A = luas area melintang konduktor
ρ = resistivitas konduktor
Namun, ketika arus bolak-balik mengalir melalui konduktor, kepadatan arus tidaklah seragam di seluruh bagian permukaan konduktor, akan tetapi agak lebih dekat ke permukaan. Peristiwa ini disebut dengan skin effect yang membuat resistansi AC menjadi sedikit lebih tinggi daripada resistansi DC pada persamaan (1).
http://kurniawanpramana.files.wordpress.com/2012/01/untitled21.png

Selasa, 05 November 2013

Relai Differensial dan Relai Jarak


http://endriwidodo.blog.ugm.ac.id/files/2010/10/URd60.jpg
Pada dasarnya suatu gangguan ialah setiap keadaan sistem yang tidak normal. Gangguan yang terjadi apabila dibiarkan berlangsung agak lama pada suatu sistem daya akan menimbulkan pengaruh yang tidak diinginkan, yaitu :
a.   Menginterupsi kontinuitas pelayanan kepada konsumen bila gangguan tersebut menyebakan terputusnya suatu rangkaian.
b.  Penurunan tegangan yang cukup besar mengakibatkan rendahnya kualitas tenaga listrik dan merintangi kerja normal pada peralatan konsumen.
c.   Pengurangan stabilitas sistem dan menyebabkan jatuhnya generator.
d.  Merusak peralatan pada daerah terjadinya gangguan.

Asisten LSTDE 2013



Minggu, 03 November 2013

Tentang ETAP (Electric Transient and Analysis Program) Power Station



http://2.bp.blogspot.com/-2F10VRvVM6s/UD817SA8HII/AAAAAAAAAP4/AHNnPEhHh9E/s1600/etap.jpg
ETAP (Electric Transient and Analysis Program) merupakan suatu perangkat lunak yang mendukung sistem tenaga listrik. Perangkat ini mampu bekerja dalam keadaan offline untuk simulasi tenaga listrik, online untuk pengelolaan data real-time atau digunakan untuk mengendalikan sistem secara real-time. Fitur yang terdapat di dalamnya pun bermacam-macam antara lain fitur yang digunakan untuk menganalisa pembangkitan tenaga listrik, sistem transmisi maupun sistem distribusi tenaga listrik.ETAP ini awalnya dibuat dan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas kearnanan fasiitas nuklir di Arnerika Serikat yang selanjutnya dikembangkan menjadi sistem monitor manajemen energi secara real time, simulasi, kontrol, dan optimasi sistem tenaga listrik, (Awaluddin, 2007). ETAP dapat digunakan untuk membuat proyek sistem tenaga listrik dalam bentuk diagram satu garis (one line diagram) dan jalur sistem pentanahan untuk berbagai bentuk analisis, antara lain: aiiran daya, hubung singkat, starting motor, trancient stability, koordinasi relay proteksi dan sistem harmonisasi. Proyek sistem tenaga listrik memiliki masing-masing elemen rangkaian yang dapat diedit langsung dari diagram satu garis dan atau jalur sistem pentanahan. Untuk kemudahan hasil perhitungan analisis dapat ditampilkan pada diagram satu garis.

Asisten Baru LSTDE 2013


Tegangan Jatuh (Drop Voltage)



http://ilmulistrik.com/wp-content/uploads/2013/03/discharge-300x225.jpg
Dalam penyediaan tenaga listrik disyaratkan suatu level standard tertentu untuk menentukan kualitas tegangan pelayanan. Secara umum ada tiga hal yang perlu dijaga kualitasnya.
1.     Frekwensi  (50 Hz)
2.     Tegangan SPLN.No.1; 1985 (220/380 Volt : + 5%; – 10%)
3.     Keandalan

JATUH TEGANGAN (VOLTAGE DROP = ∆ V)
Akibat terjadinya rugi tegangan pada saluran maka tegangan ditempat pelanggan yang paling jauh dari sumber (gardu distribusi) akan lebih kecil dari tegangan nominal. Mengapa hal ini terjadi???
Hal ini terjadi dikarenakan rugi tegangan pada saluran yang menyebabkan adanya tegangan jatuh (∆V). Tegangan jatuh dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut :

∆ V = Vs – Vr

Dimana  :
Vs  =  tegangan pengiriman disisi sumber
Vr  =  tegangan penerimaan disisi beban