Selasa, 30 September 2014

Voltage Drop and Cable Sizing


1.           KODE DAN STANDAR
Kode dan standar yang digunakan sebagai referensi dalam studi ini adalah sebagai berikut.
a.       International Electro-technical Commission (IEC)
b.      National Electrical Code (NEC)
c.       National Electrical Manufacturers Association (NEMA)
d.      Insulated Cable Engineers Associations (ICEA)
e.       Institute of Electrical  and Electronic Engineers (IEEE)

2.             INPUT DATA
a.       Kondisi Instalasi
Berikut kondisi site sebagai dasar perhitungan:
·           Ambient temperature              = 21 – 33 oC
·           Humidity ranging from           = 76.5 – 81.5 %
b.      Spesifikasi Kabel
·    6/10 kV, Konduktor Cu, (Cross linked polyethylene insulated) XLPE, Steel Wire armored, PVC/HYP jacketed.

3.          METODOLOGI PERHITUNGAN
Ukuran kabel motor dan peralatan dihitung berdasarkan standar motor dan rating peralatan. Perhitungan ukuran kabel ini memberikan ringkasan akhir tabel pemilihan kabel yang dapat digunakan untuk memilih kabel untuk berbagai rating dari motor dan beban lainnya.
Ukuran kabel ditentukan dengan mempertimbangkan ampacity kabel, faktor derating, faktor pengali (multiplying factor) dan drop tegangan yang diijinkan.

3.1.       Faktor Derating

Faktor derating ditentukan oleh temperature ambient dan metode tertentu dari instalasi di ladder atau tray atau jika ditanam.

3.2.       Factor Pengali (Multiplying Factor)

a.         Multiplying factor untuk motor =1.25 sesuai NFPA 70 / NEC Recommended, article 430-22.
b.        Multiplying factor untuk generator =1.15 sesuai NFPA 70 / NEC recommended, article 445-13
c.         Multiplying factor untuk panel distribusi = 1.25
d.        Multiplying factor untuk beban statis = 1

3.3.       Drop Tegangan

Drop tegangan pada system adalah sebagai berikut:
a.
Motors
:
5 % at running


:
15 % (on starting)
b.
Cable between LV switchboard and MCC or auxiliary switchboard
:
MCC/ auxiliary switchboard      near LV switchboard 0.5 %


:
MCC/ auxiliary switchboard      situated remote from LV switchboard 2 to 2.5 %
c
Cable between LV switchboard  and      motor
:
5%
d.
Lighting (between distribution board and most distant lighting fixture)
:
3%
e.
Critical DC Power Supply
:
10 % (at normal)
:
20 % (at transient)
f.
Critical AC Power Supply
:
1 % (at normal)
:
10 % (at transient)
g.
Switch board
:
:
:
10 % (for steady state)
15 % (at transient)
20 % (at motor starting)
h
Cable between MCC (siyuated near LV swithboard) and motor
:
5%
i
Cable between MCC (siyuated near LV swithboard) and motor
:
3%
j
UPS outgoing circuit
:
2%








4.             PERTIMBANGAN DESAIN
Perhitungan ukuran kabel harus memperhitungkan kondisi berikut:
a.         Kapasitas penghantaran arus
b.        Drop tegangan saat steady state

4.1        Kapasitas Penghantar Arus (Continuous Current Carrying Capacity)
Rating arus continuous kabel harus mendefinisikan arus beban penuh (Full load), arus desain, dan ukuran kabel.
a.      Panel Distribusi
Arus Desain (Design Current)       = MFstatic load x Ifl
                                                       = 1.25 x Ifl

Dimana
Ifl                               : Arus beban penuh (Amp)
Pdb                             : Daya panel distribusir (kW)
VLL                           : tegangan line to line (Volt)
cos j                          : factor daya panel distribusi
h                                 : Efisiensi panel distribusi


b.     Beban Statis (Static Load)

Arus Desain (Design Current)      = MFstatic load x Ifl
                                                      = 1 x Ifl
Dimana
Ifl                               : Arus beban penuh (Amp)
Pstatic                        : Beban statis (kW)
VLL                           : Tegangan line to line (Volt)
cos j                          : Faktor Daya beban statis
h                                 : Efisiensi panel distribusi

Ukuran kabel untuk semua jenis beban di atas harus memiliki ampacity kabel derated sama atau sedikit lebih besar dari saat desain.

4.2        Drop Tegangan Saat Steady State
Drop tegangan yang diijinkan pada steady state dipertimbangkan untuk berbagai jenis sirkuit cabang kabel diberikan oleh rumus berikut:

Dimana
VD spec               : Spesifikasi drop tegangan
VD                       : drop tegangan (%)
VLL                     : Tegangan line to line (volt)
I                            : Arus beban penuh (ampere)
R                          : resistansi kabel (ohm per 1000 m)
X                          : reaktansi kabel (ohm per 1000 m)
Cos j                   : factor daya
L                           : panjang kabel (m)
n                           : jumlah kabel


Ukuran kabel harus diupgrade ke ukuran yang lebih besar atau menambahkan lebih banyak jumlah kabel saat drop tegangan lebih besar dari nilai yang ditentukan.

Senin, 15 September 2014

Assalamualaikum wr wb.
Diberitahukan kepada Mahasiswa/i Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Andalas, Pratikum Transmisi Arus Bolak-Balik dan Sistem Distirbusi telah dibuka.